Skip to content

-->
->
Media online sebagai suatu sistem kritis Print E-mail
Kamis, 12 April 2007

 

Kebutuhan pergeseran bentuk media online mengakibatkan kebutuhan teknologi perangkat lunak dan juga format data yang digunakannya. Awalnya banyak media online hanya berbasiskan format data Hyper Text Markup Language (HTML) saja, atau dalam perkembangannya banyak yang menggunakan program database untuk menghasilkan halaman secara dinamis. Tetapi dengan bertambahnya kebutuhan, maka metoda ini sudah terasa kelemahannya. Saat ini untuk suatu media online sangat dibutuhkan format data yang harus memisahkan antara deskripsi isi (content) dan deskripsi presentasi (layout). Bentuk format seperti wordprocessing ataupun HTML biasa tidaklah memenuhi kebutuhan seperti ini. HTML memang telah mengubah cara menspesifikasikan penampilan data di Internet, tapi ini saja tidak cukup untuk menghadapi pergeseran bentuk media online.

Teknologi Standard Generalized Markup Language (SGML) yang lebih baik dari HTML mulailah dibutuhkan. SGML merupakan suatu standard ISO yang sudah cukup lama dikenal terutama untuk dunia penerbitan, yaitu sejak tahun 1986. Hanya memang tidak begitu luas pemakaiannya. Pada dasarnya SGML mengkodekan struktur dokumen dan bukan layout dokumen. eXtended Markup Language (XML), yang mengikuti konsep SGML, merupakan suatu metoda yang baru untuk menspesifikasikan arti data. XML makin berkembang dan makin digunakan karena memungkinkan kemudahan dalam presentasi data, serta penyimpanan data. XML memisahkan antara deskripsi isi dan deskripsi layout.

Pada dokumen XML, dapat didefinisikan TAG (penanda) yang dipakai, dan atribut yang digunakan untuk memberikan arti pada element data dalam dokumen tersebut. Elemen ini juga dapat berjaring (nested) dan memasukan referensi yang menunjukkan relasi data. Tak seperti HTML, XML tidak mendefinisikan bagaimana data tersebut akan disajikan sehingga ini akan membuat proses penyajian data akan dapat dilakukan secara lebih fleksibel. XML hanya memberikan deskripsi isi data, sehingga perangkat lunak dapat memahami konteks data secara otomatis. eXtensibe Stylesheet Language (XSL) yang digunakan untuk mendenisinikan penyajian dokumen XML. Dalam menulis dokumen XML dapat juga disertakan suatu Document Type Definition (DTD) yang menerangkan tata bahasa (grammar) dari dokumen tersebut. XML ini mulai banyak digunakan sebagai contoh format data Web baru Synchronized Multimedia Integration Language (SMIL) dan Resource Description Frameworkd (RDF) ditulis dengan menggunakan XML.

Format data XML ini memudahkan pekerjaan untuk menghasilkan beragam output dari satu file data. Hal ini disebabkan program tambahan yang akan mengelola sajian dapat dengan mudah mengambil data isi dokumen dan memformatnya sesuai konteks dokumen tersebut dan berdasarkan sajian yang dibutuhkan. Di samping itu, karena format ini bersifat terbuka alias non proprietary, maka usia data yang disimpan akan dapat terjamin menjadi lebih lama. Karena deskripsi teknis dan standardnya terbuka untuk umum. Hal lain yang positif dari standard ini adalah kemudahan untuk menjamin interoperabilitas dengan program lainnya.

Proses pencarian data juga akan lebih mudah dilakukan. Tidak saja berdasarkan persamaan string saja, tetapi juga berdasarkan konteks dari string tersebut. Data yang disimpan di XML adalah kontekstual, tiap data didefinsikan konteksnya. Hal ini sangat menolong sekalian dalam tugas cross refence, pengarsipan pada media online. Jelas XML membutuhkan metoda penyimpanan, pencarian data yang berbeda dengan pendekatan Database Management System (DBMS) biasa. Pada sistem DBMS harus didefinisikan dahulu di muka skema data yang digunakan. Dengan XML hal ini tak perlu dilakukan, akan tetapi proses pencarian secara kontekstual tetap mudah dilakukan. Pada sistem DBMS sangat sulit mengelola data yang tak memiliki struktut table data yang telah didefinisikan sebelumnya. Object Oriented DBMS (OODBMS) walau tak bergantung pada struktur tabel yang ketat, tetapi tetap membutuhkan suatu skema yang didefinisikan di muka.

Di samping teknologi XML, teknologi agent mulai dimanfaatkan pada pembuatan media online . Agent ini adalah program yang secara otomatis, mengambil data, berita dari sumber lain dan lalu meleburkannya dan menyajikannya pada media online yang bersangkutan, misal keterangan cuaca, kurs mata uang, atau juga head line (berita utama) dari media lainnya. Dengan memanfaatkan agent, proses pengambilan berita dilakukan secara otomatis, sehingga bisa bersifat real time.

Di masa mendatang agent yang dilengkapi dengan teknologi Artificial Intelligent (AI) akan bersifat aktif. Agent akan mencari data dan melakukan transaksi atau tawar menawar. Dapat mengakses program database, melakukan registrasi pada jasa database komersial, melakukan pencarian data, membuat resume pencarian data dan mengirimkan kepada sistem media online.

Tentunya cara termudah untuk memenuhi kebutuhan ini adalah dengan membeli perangkat lunak yang menyediakan fasilitas tersebut. Sayangnya tidak ada perangkat lunak yang dapat memenuhi semua kebutuhan tersebut, apalagi setiap media online memiliki kebutuhan yang sangat spesifik. Sebagian besar perangkat lunak yang digunakan sebagai Content Management System (CMS) yang berharga tidak murah itu tetap membutuhkan kustomisasi dan penyesuaian kebutuhan sesuai dengan tujuan dan pendekatan yang dimiliki oleh media online tersebut. Sehingga akhirnya tetap dibutuhkan pengembangan oleh team pengembang di media online tersebut.

Akan tetapi tetap ada kendala dalam menggunakan sistem yang telah jadi tersebut, yaitu kebutuhan ragam layanan media online begitu cepat berkembang. Sehingga sulit sekali kalau mencoba menutupi kebutuhan dengan selalu membeli software tambahan ataupun add-on atau plug-in. Terkadang timbul masalah kompatibilitas pula dengan sistem yang telah ada. Sehingga dalam prakteknya seringkali suatu media online memiliki suatu kelompok developer internal, yang melakukan kustomisasi ataupun pembuatan program untuk kebutuhan yang berkembang ini. Jadi akhirnya mau tidak mau media online juga melakukan pengembangan sendiri atas perangkat lunak yang digunakannya.

Pilihan lainnya adalah penggunaan perangkat lunak yang menyertakan source codenya ketika mengembangkan sistem media online tersebut. Source code ini dapat diperoleh baik melalui lisensi khusus (seperti lazimnya dilakukan oleh institusi seperti NASA) ataupun karena memang perangkat lunak tersebut bersifat Open Source. Pilihan yang kedua jelas tidak membutuhkan biaya yang tinggi, bahkan sedikit sekali, sehingga memiliki daya tarik tersendiri dari sisi ekonomi. Sesuai dengan pandangan di NASA berkaitan dengan software untuk sistem kritis :

 

If it is not source it is not a software

Keberadaan source code sebetulnya penting pada suatu sistem online publishing yang kini sudah dapat digolongkan sebagai suatu sistem kritis (mission critical system). Bayangkan bila suatu situs berita mengalami kondisi yang tak dapat diakses. Juga tidak dipungkiri lagi adalah kenyataan bahwa usia data yang disimpan diharapkan lama, perawatan data menjadi penting. Sistem tanpa source code akan mengalami permasalahan perawatan data di masa mendatang. Misal program yang akan datang (15 tahun kemudian) sudah tak dapat membuka format yang digunakan untuk menyimpan data. Dengan adanya source code akan menjamin usia dan bekerjanya sistem hingga masa-masa mendatang.

Untuk kebutuhan kustomisasi, keberadaan source code ini sangat menguntungkan sekali bagi developer pengelola sistem online. Bila ada suatu kebutuhan baru, maka sistem dapat dengan mudah disesuaikan atau dilakukan penambahan. Karena deskripsi detail tentang sistem telah dan selalu tersedia, yaitu source codenya itu sendiri. Keberadaan source code dan sistem yang dikembangkan mandiri ini sangat menguntungkan untuk mengadaptasi kecenderungan teknologi baru. Serta memenuhi adanya kebutuhan baru, tanpa perlu terpaku pada pembelian perangkat lunak baru.

Semakin kita memandang sistem media online sebagai suatu sistem yang kritis, maka jaminan ketersediaan source code sangatlah dibutuhkan. Hal itu untuk menjamin berjalannya sistem dengan reliabel, berusia lama dan fleksibilitas dalam pengembangannya di masa mendatang. Media massa online yang saat ini lebih menginvestasikan dananya kepada pengembangan sistem publishingnya sendiri dengan menggunakan Open Source, akan menuai hasil di kemudian hari. Bukan saja karena layanan yang diberikan akan dapat lebih bervariasi akan tetapi juga karena akan makin dikuasainya teknologinya secara total. Karena fokus yang akan diberikan adalah peningkatan SDM yang mengembangkan sistem publishingnya bukan sekedar pembelian perangkat lunak jadi.

 

Thought is subversive and revolutionary, desctructive, and terrible; thought is merciless to privilege, established institutions, and comfortable habit. Thought looks into the pit of the hell and is not afraid. Thought is great and swift and free, the light of the world, and the chief of glory of man

Bertrand Russel

Last Updated ( Kamis, 23 Agustus 2007 )
 
< Prev   Next >

Newsflash

“GARUDA INDONESIA TRAINING CENTER KEMBANGKAN E-LEARNING”
[04/05/2006]

Seiring dengan perkembangan Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi yang semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar berbasis teknologi informasi menjadi tak terelakkan lagi. Konsep yang kemudian